Jumat, 28 Mei 2010
Jumat, 23 April 2010
Kepercayaan lebih penting
Jika keberatan konsumen untuk menolak memakai produk anda, karena tidak punya uang maka mudah diatasi. Uang dapat dipinjam dari orang lain, jadi gak mesti duit sendiri untuk membeli sesuatu. Tetapi, jika penolakan itu karena tidak percaya kepada anda, maka anda harus menata kembali hubungan anda dengan calon konsumen. Konsumen punya uang, tapi tidak percaya pada anda, maka konsumen tidak akan membeli produk anda.
Saya berusaha agar konsumen mempercayai saya. Saya menawarkan produk dengan harga yang wajar-wajar saja, dan penjelasan produk apa adanya. Semakin banyak bumbu pada produk, maka kualitas produk akan disangsikan. Ujung-ujungnya tidak percaya dan tidak membeli produk yang kita jual.
Bagaimana pengalaman anda?
Saya berusaha agar konsumen mempercayai saya. Saya menawarkan produk dengan harga yang wajar-wajar saja, dan penjelasan produk apa adanya. Semakin banyak bumbu pada produk, maka kualitas produk akan disangsikan. Ujung-ujungnya tidak percaya dan tidak membeli produk yang kita jual.
Bagaimana pengalaman anda?
Minggu, 17 Januari 2010
Paket hemat untuk keluarga di teater imax Keong Emas
inilah paket yang ditunggu-tunggu oleh keluarga Indonesia. Khususnya untuk keluarga yang nonton di keong emas.
Paket ini dimulai bulan Januari 2010, maka tidak heran banyak pengunjung keong emas yang belum tahu adanya program ini. Paket ini diarahkan ke hari Sabtu dan Minggu. Setiap keluarga dengan jumlah 4 orang bisa masuk keong emas dengan membayar hanya Rp 100 ribu saja. Padahal harga normal di loket Rp 120 ribu untuk empat orang. Jadi pengunjung keong emas yang memakai paket ini menghemat Rp 20 ribu. (Catatan: Program tersebut sudah dihentikan, dan saat ini belum diadakan lagi)
Rabu, 13 Januari 2010
Family Day PT Asama Mfg Indonesia
Pada tanggal 26 Desember 2009, bertempat di areal out bond Teater Imax Keong Emas, diadakan acara family day dari PT Asama Mfg Indonesia. Peserta terdiri dari karyawan beserta keluarga mencapai jumlah hampir 1800 orang. Acara berlangsung dari pukul 9.00 pagi sampai dengan pukul 11.30. Selanjutnya menonton Film Indonesia Indah III di Teater Imax keong Emas. Selanjutnya, makan bakso di Pasar Tiban. Naik Aeromovel atau Kereta api mini, dan terakhir melihat aneka fauna di Dunia Air Tawar dan Serangga. Rombongan kembali ke pabrik pada jam 16.00. Acara cukup lancar dan sukses, meskipun diawali suasana mendung pada pagi hari, tapi hujan baru turun setelah rombongan selesai meninggalkan TMII.
Kalau anda susah tidur....
Ketika sudah larut malam, kadang susah tidur, biasanya saya menonton acara salah satu tv swasta Tawa Sutra. Cukup menghibur hingga saya bisa tertidur setelah menontonnya.
Tanggal 04 Januari 2010, saya bisa berfoto dengan beberapa anggota grup pelawak Tawa Sutra. Mereka shooting di lobby Teater Imax Keong Emas. Hari itu saya lagi tugas di lobby, makanya saya sempat berfoto dengan beberapa pemain antara lain Pepy, Ade, dan Budi.
Inilah foto-foto saya bersama mereka.
Tanggal 04 Januari 2010, saya bisa berfoto dengan beberapa anggota grup pelawak Tawa Sutra. Mereka shooting di lobby Teater Imax Keong Emas. Hari itu saya lagi tugas di lobby, makanya saya sempat berfoto dengan beberapa pemain antara lain Pepy, Ade, dan Budi.
Inilah foto-foto saya bersama mereka.
Selasa, 22 Desember 2009
Di atas langit, masih ada langit
Ini kenangan saya ketika bertemu dengan orang tertinggi di Indonesia yang berasal dari Tulang Bawang Lampung, yaitu Suparmono (24). Suparmono dinobatkan oleh MURI sebagai orang tertinggi di Indonesia pada tanggal 2 Desember 2009. Tinggi badan Suparmono 242 cm (2,42 m). Tapi untuk ukuran Dunia, Suparmono menduduki tempat ketiga setelah China dan Turki. Saya pernah menyaksikan Suparmono di acara Bukan Empat Mata di TV swasta beberapa hari yang lalu. Saya tidak menyangka bisa bertemu, bersalaman dan berfoto bersama. Saya menjadi tidak seberapa tinggi dibanding orang ini. Padahal saat ini tinggi saya 178 cm, cukup tinggi untuk ukuran rata-rata orang Indonesia (he...he...he...).
Tak lekang oleh panas , tak lapuk oleh hujan...
Itulah mestinya seorang marketing. Ketika panas menyengat dan cucuran keringat membasahi pakaian, marketing terus maju. Tak jarang saat berkeliling dengan sepeda motor, cuaca berubah dan hujan tiba-tiba datang. Meskipun sudah memakai jas hujan, tapi masih saja ada bagian yang basah terkena air hujan. Dokumen yang terbuat dari kertas tetap basah meskipun sudah dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam tas. Hape tetap lembab, meskipun sudah dibungkus kantong plastik. Satu kali hape saya rusak karena kehujanan. Pernah pula suatu saat tiket sebanyak seribu lembar lengket kena air hujan. Terpaksa deh malam-malam digelar satu demi satu di atas lantai, dan setelah kering besoknya baru dikumpulkan lagi. Belum lagi sepatu yang sering basah kuyup karena tidak terlindung oleh air hujan. Kaki mejadi basah dan tidak jarang menjadi sasaran empuk kutu air.
Setelah hujan kadang cuaca langsung berubah lagi menjadi panas. Jas hujan biasanya gak sempat dilepas, karena tanggung dan mengejar waktu. Kadang-kadang hujan berhenti saat saya berada dijalanan yang padat dan macet, sehingga jas hujan tetap dipakai dan menjadi kering secara sendirinya.
Bertahun-tahun itu terjadi, dan saya menikmatinya. Tetapi sekarang saya sudah tambah usia, daya tahan terhadap perubahan panas dan hujan yang ekstrim tidak sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Makanya saya sekarang melindungi diri saya dengan jas hujan yang lebih baik, sehingga badan tetap terlindung meskipun hujan deras. Saya juga membawa sepatu boot yang tahan air. Jadi ketika hujan saya tukar sepatu.
Ketika saya memakai sepeda motor bebek , maka jas hujan biasa ditaruh dibagasi depan. Dijepit bersama helm cadangan. Sekarang saya berganti dengan sepeda motor yang lebih besar (Honda Megapro New), tapi sayang gak ada tempat untuk menaruh helm dan jas hujan. Pernah saya ikat memakai jaring, tapi merepotkan, karena harus mengikat dan membuka tali. Selain itu, perhatian kita jadi tidak fokus ke jalan, karena sebentar-sebentar memeriksa ikatan. Pernah helm lepas dari ikatan dan jatuh.
Akhirnya saya memutuskan secara bertahap untuk memakai box. Setelah survey ke beberapa tempat, akhirnya saya menemukan jenis box dan ukurannya yang cocok dengan sepeda motor saya.
Pertama kali saya membawa motor dengan box, teman di kantor banyak yang memberikan tanggapan. Biasa lah teman-teman, ada yang bercanda tapi tidak sedikit yang meragukan kegunaannya.
Box yang saya pakai berukuran 45 liter, cukup untuk membawa sebuah helm cadangan, tas, dan satu jas hujan. Ketika bermotor sendirian Box 45 liter sudah memadai, tapi ketika berdua dengan istri maka jas hujan ditambah satu, tas ditambah satu, sepatu boot, dan tentengan yang lainnya. Box GIVI 45 liter menjadi gak muat, maka saya tambah lagi box GIVI samping dua buah , masing-masing berukuran 21 liter. Jadi sekarang saya bisa membawa jas hujan 2 pasang, kunci-kunci, sepatu boot (ditaruh di box samping), dua buah tas, helm dalam box belakang.
Akhirnya, motor yang saya pakai menjadi berpenampilan seperti peserta touring. Tidak jarang ketika di jalan raya, saya diklakson oleh anggota comunity, dikira saya lagi touring.
Teman-teman di kantor, seperti biasa memberikan tanggapan beragam. Saya tidak terlalu memperhatikan apa yang mereka ucapkan. Saya melengkapi motor saya karena sesuatu alasan yang masuk akal, jadi saya jalan terus. Motor saya, terserah saya dong! Motor aing...kumaha aing...!
Setelah hujan kadang cuaca langsung berubah lagi menjadi panas. Jas hujan biasanya gak sempat dilepas, karena tanggung dan mengejar waktu. Kadang-kadang hujan berhenti saat saya berada dijalanan yang padat dan macet, sehingga jas hujan tetap dipakai dan menjadi kering secara sendirinya.
Bertahun-tahun itu terjadi, dan saya menikmatinya. Tetapi sekarang saya sudah tambah usia, daya tahan terhadap perubahan panas dan hujan yang ekstrim tidak sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Makanya saya sekarang melindungi diri saya dengan jas hujan yang lebih baik, sehingga badan tetap terlindung meskipun hujan deras. Saya juga membawa sepatu boot yang tahan air. Jadi ketika hujan saya tukar sepatu.
Ketika saya memakai sepeda motor bebek , maka jas hujan biasa ditaruh dibagasi depan. Dijepit bersama helm cadangan. Sekarang saya berganti dengan sepeda motor yang lebih besar (Honda Megapro New), tapi sayang gak ada tempat untuk menaruh helm dan jas hujan. Pernah saya ikat memakai jaring, tapi merepotkan, karena harus mengikat dan membuka tali. Selain itu, perhatian kita jadi tidak fokus ke jalan, karena sebentar-sebentar memeriksa ikatan. Pernah helm lepas dari ikatan dan jatuh.
Akhirnya saya memutuskan secara bertahap untuk memakai box. Setelah survey ke beberapa tempat, akhirnya saya menemukan jenis box dan ukurannya yang cocok dengan sepeda motor saya.
Pertama kali saya membawa motor dengan box, teman di kantor banyak yang memberikan tanggapan. Biasa lah teman-teman, ada yang bercanda tapi tidak sedikit yang meragukan kegunaannya.
Box yang saya pakai berukuran 45 liter, cukup untuk membawa sebuah helm cadangan, tas, dan satu jas hujan. Ketika bermotor sendirian Box 45 liter sudah memadai, tapi ketika berdua dengan istri maka jas hujan ditambah satu, tas ditambah satu, sepatu boot, dan tentengan yang lainnya. Box GIVI 45 liter menjadi gak muat, maka saya tambah lagi box GIVI samping dua buah , masing-masing berukuran 21 liter. Jadi sekarang saya bisa membawa jas hujan 2 pasang, kunci-kunci, sepatu boot (ditaruh di box samping), dua buah tas, helm dalam box belakang.
Akhirnya, motor yang saya pakai menjadi berpenampilan seperti peserta touring. Tidak jarang ketika di jalan raya, saya diklakson oleh anggota comunity, dikira saya lagi touring.
Teman-teman di kantor, seperti biasa memberikan tanggapan beragam. Saya tidak terlalu memperhatikan apa yang mereka ucapkan. Saya melengkapi motor saya karena sesuatu alasan yang masuk akal, jadi saya jalan terus. Motor saya, terserah saya dong! Motor aing...kumaha aing...!
Minggu, 13 Desember 2009
Naik kereta api...tut...tut...tut...siapa hendak turut...
Jadi ingat waktu saya masih kecil dulu. Kira-kira tahun 70-an ketika kereta api jurusan Banjar -Pangandaran masih ada. Saya senang sekali naik kereta api dari Banjar ke Banjarsari atau sebaliknya. Terakhir saya naik kereta api ketika kelas 3 SMP dari Banjarsari ke Pangandaran. Waktu itu study tur ke Pangandaran seluruh kelas 3 SMP Negeri Banjarsari. Sayang sekali, sekarang kereta api itu sudah tidak beroperasi lagi. Jalan kereta yang tersisa masih terlihat meskipun sudah ditanami pohon-pohon pisang, tapi kenangan tentang kereta api itu masih berbekas setiap saya pulang kampung.Pada tanggal 12 Desember 2009, TK Aisyiyah 48 Puloasem Jakarta Timur, berkeliling Taman Mini naik kereta api mini. Kereta ini berukuran mini dan setiap gerbong bisa memuat 25 penumpang. Setiap rangkaian terdiri dari tiga gerbong. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, lokomotifnya berasal dari pabrik tebu di Jawa Tengah.
Sebelum naik kereta api, mereka menonton di Teater Imax Keong Emas (Film The Living Sea). Terakhir mereka berkunjung ke Dunia Air Tawar dan Serangga.(ironis sekali...sekarang kereta api mini tidak beroperasi lagi)
Selasa, 08 Desember 2009
Saya hanya ingin menjadi marketing
Ketika saya memutuskan untuk menjadi marketing sebelas tahun yang lalu, maka tidak terbayangkan jika saya sekarang ini merubah arah lagi. Saya ingin menjadi marketing sampai akhir hidup saya. Dulu, saya berganti profesi dan berpindah-pindah tempat kerja berkali-kali mulai dari petani sampai guru sekolah. Saya di bagian marketing selalu berusaha untuk bekerja sebaik-baiknya, mengikuti aturan yang berlaku, tanpa mengeluh, tanpa protes. Tapi ternyata hidup dalam suatu lingkungan kerja tidak mulus sesuai dengan keinginan. Ada saja isu-isu yang membuat hati saya menjadi kepikiran. Apa iya saya akan dipindah kebagian lain ? Bagian yang belum tentu saya bisa menyesuaikan diri? Bagaimana kalau itu terjadi?
Saya sudah bertekad bulat untuk tetap menjadi marketing, meskipun hujan dan badai sekalipun. Itulah tekad saya. Sekali saya bergeming, maka seluruh bangunan yang saya susun satu demi satu selama belasan tahun akan runtuh dan tidak cukup waktu untuk membangun kembali.
Umur saya memang sudah kepala empat, tapi marketing sudah menjadi pilihan saya. Jika orang lain menghendaki saya pindah, dengan berbagai alasan, maaf saya tidak bisa memenuhinya.
Inilah perjalanan saya mencari order keluar dari wilayah kerja saya, inilah bukti bahwa saya mencintai pekerjaan saya. Pada tanggal 7 Desember 2009 saya berkunjung ke sekolah dan perusahaan yang ada di Karawang. Semoga ada hasilnya dikemudian hari. Amien.
Sabtu, 28 November 2009
Pernahkah anda merasa bosan?
Pernahkah anda merasa bosan dengan rutinitas sehari-hari? Sehingga anda merasa jenuh, kesal, putus asa, bahkan merasa bosan dengan lingkungan anda bekerja. Jangan panik dulu! Coba saran saya berikut:
- Pergilah ke suatu tempat yang sepi dan sunyi (gunung atau pantai)
- Pergilah ke suatu tempat yang sama sekali berbeda dengan situasi tempat kerja anda selama ini.
- Lakukan kegiatan yang sama sekali belum pernah anda kerjakan (Maaf, bukan pindah kerja).
- Lakukan suatu kegiatan sampai anda merasa lelah, dan melupakan pekerjaan anda sebelumnya.
- Pergilah tidur, jika cara di atas tidak membantu anda menghilangkan rasa bosan anda.
- Pergilah ke dokter jika anda tetap merasa bosan setelah melakukan saran-saran di atas.
- Silahkan anda tambahkan pengalaman anda!
Sudahkah anda memberikan perhatian?
Tentu saja perhatian itu anda berikan kepada orang lain. Meskipun orang lain itu tidak meminta diperhatikan. Orang lain itu bisa teman sekolah anda, teman kerja anda, atasan anda, bawahan anda, tetangga anda, istri anda, anak anda, saudara anda, saudara dekat atau jauh, bahkan orang yang tidak anda kenal sekalipun, dan baru bertemu saat anda di tempat kerja, atau tempat umum lainnya.Perhatian apa yang saya maksudkan? Memberikan sesuatu benda, atau uang? Bukan. Wujud perhatian anda kepada orang lain cukup dalam bentuk ucapan selamat. Mulai dari ucapan selamat pagi, siang, sore, malam. Selamat datang di tempat kami. Selamat menyaksikan film kami! Sampai berjumpa lagi. Selamat tidur! Selamat mimpi indah! Bahkan disaat orang sedang bersedih ditinggalkan orang yang dicintainya dengan ucapan turut berduka. Itu semua termasuk ucapan yang berlaku umum.
Pernahkah anda mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman anda? Selamat atas pernikahan teman anda? Atau ucapan selamat ulang tahun padahal teman anda tersebut tidak menyangka bahwa anda akan mengucapkannya? Jika jawabannya ya, maka anda sudah memberikan perhatian kepada teman anda. Perhatian anda lebih terkenang dihati teman anda dibanding pemberian apapun! Percayalah!
Jumat, 27 November 2009
Bagaimana mengelola rombongan wisata untuk sekolah/ perusahaan?
Sudahkah anda ikut dengan rombongan ke TMII ? Kalau sudah berarti saya akan lebih mudah menceritakannya.
Begini. Jika anda berkunjung ke TMII, masuk pintu gerbang, masuk PPIPTEK, makan siang di anjungan Jawa Timur, nonton di teater imax Keong Emas, dan terakhir Taman Burung. Atau anda masuk pintu TMII, kemudian menuju Taman Burung, nonton di teater imax Keong Emas, makan siang di anjungan Jawa Timur, terakhir Dunia Air Tawar dan Serangga. Jika anda mengikuti kegiatan tersebut, maka anda telah mengikuti suatu program wisata. ( dalam hal ini program wisata yang ada di TMII).
Sekolah yang mengunjungi TMII dengan program di atas adalah SD MUTIARA BANGSA Jakarta pada hari Kamis tanggal 26 November 2009.
Begini. Jika anda berkunjung ke TMII, masuk pintu gerbang, masuk PPIPTEK, makan siang di anjungan Jawa Timur, nonton di teater imax Keong Emas, dan terakhir Taman Burung. Atau anda masuk pintu TMII, kemudian menuju Taman Burung, nonton di teater imax Keong Emas, makan siang di anjungan Jawa Timur, terakhir Dunia Air Tawar dan Serangga. Jika anda mengikuti kegiatan tersebut, maka anda telah mengikuti suatu program wisata. ( dalam hal ini program wisata yang ada di TMII).
Sekolah yang mengunjungi TMII dengan program di atas adalah SD MUTIARA BANGSA Jakarta pada hari Kamis tanggal 26 November 2009.
Jumat, 20 November 2009
Keluar dari kotak, berteriaklah...
Karena saya menjadi marketing, maka saya harus secara teratur pergi keluar dari kantor. Biasanya menelpon dulu, kemudian mengunjungi sekolah atau perusahaan.
Memang menyenangkan duduk dikursi empuk dalam ruangan berpendingin (AC).
Memang kita bisa saja cuma menelpon atau menunggu datangnya calon pengunjung ke kantor kita.
Kalau begitu, mengapa kita harus bersusah payah untuk datang ke sekolah atau perusahaan dan bertemu dengan kepala sekolah atau pimpinan rombongan ?
Mengapa kita harus keluar dan bicara secara langsung?
Ini dia alasannya.
Memang untuk bicara dengan pimpinan rombongan, kita bisa melalui telpon saja, tetapi untuk mengenal dan dikenal oleh pimpinan rombongan, maka sebaiknya kita bertemu dengan pimpinan rombongan secara langsung. Mengapa ini harus dilakukan?
Ada istilah tak kenal maka tak sayang. Begitu juga dengan kegiatan marketing untuk mendatangi sekolah dan perusahaan bertujuan untuk mengenal secara pribadi dan menumbuhkan kepercayaan dari pimpinan rombongan atau kepala sekolah.
Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk kunjungan ke sekolah atau perusahaan. Disamping bahan-bahan presentasi seperti brosur, ketentuan diskon, dan sebagainya. Tak kalah penting adalah penampilan kita. Misalnya, marketing harus mengetahui etika dan etiket dalam kunjungan. Selalu tersenyum dan sopan santun meskipun pada saat kunjungan ada hal-hal yang kurang srek, bahkan menyinggung perasaan kita. Berpakaian rapih, termasuk penampilan, meskipun dalam perjalanan keliling kadang-kadang mengakibatkan pakaian jadi lusuh karena keringat. Tapi tetap berusaha berpenampilan segar dan rapih, serta tidak berbau menyengat.
Mengapa orang gak mau beli sesuatu dalam gelap?
Jika ada orang yang mau beli sesuatu, maka sesuatu yang dibelinya itu harus jelas. Maksudnya, ciri-ciri sesuatu itu, sifatnya, ciri khusus, dan sebagainya. Orang gak mungkin beli sesuatu dalam gelap, karena orang gak mungkin hanya cukup mendapat penjelasan dari penjual atau meraba-raba dalam kegelapan. Jadi orang yang akan membeli harus melihat yang akan dibelinya !
Ketika saya menawarkan film di teater imax Keong Emas, maka saya mengundang calon pengunjung (diwakili oleh pimpinan rombongan/ guru yang ditunjuk/ kepala sekolah) untuk datang ke keong emas, dan menyaksikan film secara gratis. Jadi pimpinan rombongan dapat menceritakan film yang ada dan mengambil keputusan cocok tidaknya dengan program kunjungan mereka yang akan datang.
Begitu pula dengan kebutuhan akan makan siang. Produk cepat saji seperti Mc D sudah dikenal dan tidak perlu diberikan sample, tapi untuk produk makanan tertentu beserta variasinya harus diberikan sample. Misalnya untuk rombongan yang menginginkan masakan padang. Memang banyak rumah makan padang di Jakarta ini, dan sudah pasti pimpinan rombongan sudah merasakan masakan padang, tapi untuk meyakinkan masakan padang dengan nama tertentu (misal Masakan Padang Sederhana), sebaiknya diberikan sample. Satu paket box bisa berisi ayam goreng, sayur, buah, dan minuman. Atau rendang, ayam bakar, dan sebagainya.
Untuk sample sebaiknya diberikan secara gratis. Dipersilakan ketua rombongan untuk melihat menu dan mencicipinya. Setelah yakin dengan menu yang dipilih, maka biasanya pimpinan rombongan akan memesan menu tertentu beserta jumlahnya dengan harga yang disepakati.
Ketika saya menawarkan film di teater imax Keong Emas, maka saya mengundang calon pengunjung (diwakili oleh pimpinan rombongan/ guru yang ditunjuk/ kepala sekolah) untuk datang ke keong emas, dan menyaksikan film secara gratis. Jadi pimpinan rombongan dapat menceritakan film yang ada dan mengambil keputusan cocok tidaknya dengan program kunjungan mereka yang akan datang.
Begitu pula dengan kebutuhan akan makan siang. Produk cepat saji seperti Mc D sudah dikenal dan tidak perlu diberikan sample, tapi untuk produk makanan tertentu beserta variasinya harus diberikan sample. Misalnya untuk rombongan yang menginginkan masakan padang. Memang banyak rumah makan padang di Jakarta ini, dan sudah pasti pimpinan rombongan sudah merasakan masakan padang, tapi untuk meyakinkan masakan padang dengan nama tertentu (misal Masakan Padang Sederhana), sebaiknya diberikan sample. Satu paket box bisa berisi ayam goreng, sayur, buah, dan minuman. Atau rendang, ayam bakar, dan sebagainya.
Untuk sample sebaiknya diberikan secara gratis. Dipersilakan ketua rombongan untuk melihat menu dan mencicipinya. Setelah yakin dengan menu yang dipilih, maka biasanya pimpinan rombongan akan memesan menu tertentu beserta jumlahnya dengan harga yang disepakati.
Serunya Lomba untuk anak TK di Teater Imax Keong Emas
Teater Imax Keong Emas sudah beberapa kali menyelenggarakan lomba untuk anak TK bekerjasama dengan IGTK. Kemarin hari Rabu dan Kamis tanggal 18 dan 19 November 2009 diselenggarakan lomba untuk anak TK se wilayah kotamadya Jakarta Timur.
Hari pertama diawali hujan gerimis, tapi reda setelah siang hari. Hari kedua cuaca cerah, tapi hujan sore hari. Cukup ramai acaranya, mulai dari lomba gerak jalan, tari, melukis, mewarnai, estafet, bola keranjang, lari bendera, dan senam. Selesai lomba, secara bertahap anak beserta orang tua menonton film The Living Sea di teater imax Keong Emas.
Menurut rencana acara lomba akan diadakan lagi bulan Februari 2010 untuk wilayah kotamadya Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Hari pertama diawali hujan gerimis, tapi reda setelah siang hari. Hari kedua cuaca cerah, tapi hujan sore hari. Cukup ramai acaranya, mulai dari lomba gerak jalan, tari, melukis, mewarnai, estafet, bola keranjang, lari bendera, dan senam. Selesai lomba, secara bertahap anak beserta orang tua menonton film The Living Sea di teater imax Keong Emas.
Menurut rencana acara lomba akan diadakan lagi bulan Februari 2010 untuk wilayah kotamadya Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Apakah marketing harus punya etika dan etiket?
Saya merenung sejenak, ketika teman saya minta saya untuk memperbaiki etika saya dalam bekerja sebagai marketing. Maksudnya etika yang mana, ya? Akhirnya saya cari informasi kesana kemari, mulai dari buku tentang etika, buku tentang etiket saya buka dan baca, dan inilah hasil pencarian saya.
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.
Etiket mengatur tingkah laku, sopan santun dan penampilan orang dalam arti seluas-luasnya, termasuk peralatan yang dipergunakan, bahasa ungkapan, pakaian, dan sebagainya.
Mari kita lihat beberapa contoh:
Sudah jelas pengertian etika dan etiket, maka perlukah etika dan etiket untuk marketing?
PERLU SEKALI!
Alasannya antara lain:
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.
Etiket mengatur tingkah laku, sopan santun dan penampilan orang dalam arti seluas-luasnya, termasuk peralatan yang dipergunakan, bahasa ungkapan, pakaian, dan sebagainya.
Mari kita lihat beberapa contoh:
- Kaos dengan celana jeans tidak sopan pada acara resmi karena dianggap untuk santai saja. Sehingga pada acara resmi atau ke tempat kerja tidak boleh dipakai.
- Makan sambil berdiri dianggap tidak sopan, tapi sekarang orang terbiasa makan tidak hanya berdiri tapi sambil jalan.
- Dulu ada pepatah "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari" Sekarang orang sudah terbiasa buang air sambil berdiri di toilet umum.
- Banyak contoh lain.
Sudah jelas pengertian etika dan etiket, maka perlukah etika dan etiket untuk marketing?
PERLU SEKALI!
Alasannya antara lain:
- Marketing ada dalam masyarakat dan banyak berhubungan dengan kastemer, maka marketing harus memahami etika dan melaksanakan etiket yang berlaku di masyarakat.
- Sesama marketing harus saling menghormati dan mematuhi aturan yang berlaku di marketing.
Jumat, 13 November 2009
Journey to Mecca sebuah perjalanan dan perjuangan seorang Ibnu Batuta
Sangat menyentuh hati, ketika seorang Ibnu Batuta dalam perjalanan menuju Mekah menemukan kenyataan bahwa hanya kekuasaan Allah saja yang bisa mewujudkan cita-citanya dan menyelamatkan perjalanannya. Selama perjalanannya ke Mekah Ibnu Batuta menemukan berbagai rintangan yang akhirnya membawanya ke tempat tujuan semua umat muslim dunia: Mekah.
Bagaimana semua itu terjadi dapat kita saksikan dalam film imax Journey to Mecca di teater imax Keong Emas TMII Jakarta. Film ini cocok untuk anda yang berniat menunaikan ibadah haji, atau anda yang sudah pernah menunaikan ibadah haji dan ingin mendapatkan sudut pandang lain tentang perjalanan haji pada masa lalu. Beberapa grup Majlis Taklim telah menyaksikan film ini. Selain itu, film ini ditonton pula oleh siswa sekolah mulai TK, SD, SMP, SMU dan mahasiswa. Siswa-siswa SD Islam PB Sudirman menyaksikan film ini pada tanggal 12 November 2009. Bagaimana dengan sekolah anda?
Kamis, 05 November 2009
Keanekaragaman kehidupan di bawah laut
Study tour untuk sekolah sudah menjadi keharusan. Sangat diperlukan tambahan pengetahuan yang relevan dengan materi pelajaran di sekolah. Untuk pengetahuan biologi khususnya kehidupan di laut, maka tambahan itu ada di teater imax Keong Emas TMII. Film The Living Sea menceritakan kehidupan di bawah laut, penelitian di dalam laut, dan keanekaragaman kehidupan laut. Sangat menarik untuk ditonton karena selain menambah wawasan pengetahuan kita tentang laut dan kehidupannya, ternyata kehidupan laut sangat tergantung dengan kehidupan disekitarnya.
Sekolah yang menonton film ini antara lain SD Santa Laurensia Tangerang. Sekolah tersebut sebelumnya menyaksikan lebih dari 125 spesies ikan, crustacea dan kura-kura di dunia air tawar dan dunia serangga.Bagaimana dengan sekolah anda?
Minggu, 01 November 2009
Dibalik batu ada bebek, dibalik bebek ada...
Cerita ini hanya ada disekitar orang-orang marketing. Saya menceritakan tentang bebek ini dalam versi saya sendiri, sesuai dengan pengalaman yang saya alami sebagai bebek...eh ...maksud saya sebagai marketing. Kisah ini dimulai ketika sebuah perusahaan menugaskan tim marketingnya untuk mencari order. Pada saat itu, perusahaan lain dilingkungannya belum melakukan usaha menjemput order ini, (disebut juga menjemput bola), sehingga dalam pelaksanaannya masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki.
Sebelumnya , maksudnya sebelum ada program ini, dan tanpa kunjungan oleh marketing, calon pengunjung datang sendiri membawa order. Tetapi setelah ada marketing yang datang ke tempat kastemer, maka mulai dipertanyakan status order tersebut. Apakah hasil kunjungan dan perburuan marketing, atau order itu memang datang sendiri? Maka diberikanlah istilah 'bebek hanyut' untuk order yang dibawa kastemer yang datang sendiri tanpa kunjungan oleh marketing. Mereka datang sendiri membawa order, berkunjung langsung pada hari itu atau untuk kunjungan beberapa hari kemudian. Salah satu tanda bahwa itu bebek hanyut adalah bahwa pimpinan rombongan itu mengaku tidak pernah didatangi oleh marketing. Sampai disini tidak ada masalah.
Timbul perdebatan ketika marketing melaporkan bahwa itu adalah ordernya. Marketing datang ke sekolah/ perusahaan, tetapi memang tidak bertemu dengan kepala rombongan. Hal ini dibuktikan dengan laporan kunjungan dan stempel sekolah/ perusahaan.
Mari kita mulai dari proses order ini terjadi. Kita sebut saja 'bebek' sebagai pengganti istilah prospek, order, dan realisasi order. Seorang marketing dengan segenap tenaga mencari dan menangkap bebek ini dan membawanya ke perusahaan. Maka untuk lebih spesifik kita bedakan menjadi 'bebek liar', 'bebek tangkapan', 'bebek hanyut', dan 'bebek goreng'.
Kita mulai dari pencarian prospek dari data yang ada (= bebek liar), presentasi dan follow up (memasang umpan, mengejar atau menguber) sampai menjadi order (= bebek masuk perangkap dan ditangkap, kemudian kita sebut 'bebek tangkapan'). Terakhir, order diserahkan oleh marketing ke perusahaan. Order tersebut oleh perusahaan diproses menjadi makanan yang lezat sesuai selera kastemer ( bisa menjadi bebek goreng, bebek bakar, dsb). Jadi bebek diperoleh setelah proses yang panjang dan melelahkan, dan setelah itu harus diolah menjadi makanan yang enak dan lezat (baca = servis atau pelayanan yang prima).
Jadi inilah yang bisa kita simpulkan: (1) Bebek liar bisa kita samakan dengan data yang telah diseleksi dan menjadi prospek. Bebek liar ini harus kita amati prilakunya, lalu kita berikan umpan, kita giring agar masuk perangkap. Bebek jenis ini harus ditangani dengan sangat hati-hati dan membutuhkan perhatian yang besar. Bebek ini bisa lari kemana saja, dan kita bisa kehilangan kalau kita lengah.
(2) Bebek tangkapan adalah bebek liar yang berhasil kita tangkap dengan seluruh kemampuan yang kita miliki, dengan tangan kosong atau menggunakan alat. (3) Bebek hanyut adalah bebek yang dibawa oleh kastemer dengan cara datang sendiri ke perusahaaan. Bebek ini tidak memerlukan tenaga berlebihan untuk menangkapnya. Bebek hanyut ini menjadi perdebatan ketika siapa yang berhak menangkapnya. Tentu saja kalau bebek ini datang sendiri dibawa oleh kastemer dan tidak ada keberatan dari marketing maka tidak ada masalah. Tetapi ketika marketing melaporkan bahwa bebek ini sudah diuber dengan segenap tenaga tetapi lolos tidak tertangkap dan kastemernya datang sendiri membawa bebek ini ke perusahaan. Apakah seorang marketing berhak mengakui bebek ini sebagai tangkapannya? Jawabannya tegas: tidak boleh. Seperti kita tahu, ketika kunjungan presentasi, kita harus mencatat tanggal, ciri-ciri bebek ini, tempat ditemukannya, dan menjadi keharusan untuk mendapatkan stempel. Tentu saja bukan hanya itu yang dilakukan oleh marketing. Marketing harus melakukan pendekatan kepada pemilik bebek ini ( kepala sekolah atau guru yang ditunjuk, atau pimpinan perusahaan dan panitia yang ditunjuk), follow up terus menerus sampai pemilik bebek ini tertarik dan merelakan bebeknya ditangkap oleh marketing.
Lain cerita, jika anda hanya menjadi orang yang suka menangkap bebek hanyut tanpa susah payah, maksudnya tanpa proses yang panjang dan melelahkan. Harap diperhatikan, meskipun kita sudah kerja keras mendekati pemilik bebek, tapi kalau pemilik bebek gak mau kasih, maka kita ikhlaskan saja. Toh masih banyak pemilik bebek lain yang lebih baik.
Memang seluruh proses pencarian oleh marketing tidak berhenti sampai tertangkapnya bebek, tetapi masih panjang sampai penyajiannya (baca= servis atau pelayanan ). Akhirnya, kastemer akan merasa puas, dan kita menangkan hatinya (win the hearth).
Kita sebagai marketing akan sangat merasa puas jika bebek tangkapannya ditangani dengan baik, dan kepuasan itu melebihi apapun yang didapat. Bagaimana dengan anda?
Langganan:
Postingan (Atom)



























